Polkam  

Bangun Lapak Pedagang, PD Pasar Kota Kupang Tutup Jalan ke Lahan Warga

Bagikan :

NTTTERKINI.ID, Kupang – Lahan milik Almarhum (Alm) Thomas Panggo di Pasar Inpres, Naikoten I, Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) tak miliki akses jalan, karena tertutup lapak milik Perusahaan Daerah (PD) Pasar yang disewakan.

“Sebelumnya masih ada jalan masuk ke rumahnya. Namun setelah 2002, PD Pasar membangun lapak dan menutupi jalan masuk,” jelas Daniel Mesah, kuasa ahli waris pemilik lahan, Mario Panggo kepada wartawan, Kamis, 6 Oktober 2022.

Lahan seluas 238 meter persegi ini sesuai sertifikat ini berbatasan dengan jalan Kenari. Namun, Pemkot Kupang mengeluarkan sertifikat No 38/2002. Atas dasar sertifikat itu, PD Pasar membangun lapak di bahu jalan dan menutup akses jalan ke rumah milik Mario. “Ada enam lapak yang menutupi jalan masuk ke lahan tersebut,” katanya.

Baca Juga :  Ferdinan Ganti Kalelena Jadi Dirut PD Pasar Kota Kupang

Dari 2002, mereka bertahan di rumahnya, namun setelah Seroja pada 2021, rumah yang ditinggal itu hancur rata dengan tanah. Karena ketiadaan akses jalan, maka belum dibangun baru.

Dia mengaku telah mengadu ke mantan Walikota Kupang, Jefri Riwu Kore, namun tak digubris hingga saat ini. Padahal sudah ada perintah dari BPN untuk kembalikan fungsi jalan di lapak itu.

Baca Juga :  Ferdinan Ganti Kalelena Jadi Dirut PD Pasar Kota Kupang

“Bahkan pada 2008, pemilik lapak sudah tandatangani untuk bongkar lapak itu. Namun hingga saat ini tidak terealisasi,” tandasnya.

Keluarga Panggo membeli lahan dan membangun rumah di lahan itu sejak tahun 1981. Sejak saat itu, mereka tinggal di lahan itu. Namun pada 2002, Pemkot Kupang menutup akses jalan dengan membangun lapak pedagang.

“Kami berharap bisa diberikan akses jalan ke lahan itu, sehingga bisa dibangun rumah. Karena saat ini, lokasi itu jadi tempat sampah warga,” katanya.

Baca Juga :  Ferdinan Ganti Kalelena Jadi Dirut PD Pasar Kota Kupang

Direktur Pemasaran PD Pasar Kota Kupang, Maxi Nomleni mengatakan lapak yang dibangu itu berada di batas  tanah milik PD Pasar yang sudah dibangun lapak, sementara tanah milik Mario itu bagian utara sudah dijual, sehingga tidak ada akses ke lahan tanahnya di belakang.

“Tidak mungkin PD pasar bongkar lapak untuk akses ke tanah lapangnya yang dibelakang. Jadi, bukan kita ambil,” tegasnya. (Ado)


Bagikan :