Amankan Aset Daerah, Gubernur Teken MoU dengan Kejati NTT

Bagikan :

NTTTERKINI.ID, Kupang – Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat bersama Kepala Kejaksaan Tinggi Provinsi NTT Yulianto menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) antara Pemerintah Provinsi NTT dengan Kejaksaan Tinggi NTT dan Pengukuhan Tim Kerja Penertiban, Pemulihan, dan Penyelesaian Masalah Hukum Barang Milik Daerah Provinsi NTT Tahun 2021 yang berlangsung di Ruang Rapat Gubernur NTT, Rabu, 10 November 2021.

Kepala Kejaksaan Tinggi Provinsi NTT
Yulianto dalam sambutannya mengatakan MoU ini dilakukan untuk menyelenggarakan pemerintahan yang transparansi secara digital, bebas dari korupsi, mempunyai semangat integritas yang tinggi.

Bacaan Lainnya

Baca Juga :  Kejati NTT Siap Sidik Kasus Aset Pemkab Kupang

Dia juga menjelaskan penataan aset daerah ini sebagai bentuk untuk memberikan kepastian hukum yang jelas yang nantinya akan memacu timbulnya investasi dengan adanya kepastian hukum yang jelas.

“Penataan aset sangat penting. Karena akan ada kepastian hukum bagi aset itu yang juga nantinya memacu datangnya investasi. Juga dengan penataan aset yang transparasi dengan ditata secara digital dan siapupun boleh mengakses dan terbuka bagi masyarakat,” jelas Yulyanto.

Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat mengatakan momentum tersebut sebagai langkah yang diambil oleh Kejaksaan tinggi NTT untuk membantu Pemerintah Provinsi dalam menertibkan aset-asetnya.

Baca Juga :  Penahanan Ali Antonius, Kuasa Hukum: Matinya Proses Keadilan

Viktor menjelaskan jika hal ini tidak dilakukan maka akan memberikan peluang bagi orang lain untuk melakukan tindakan kejahatan. Contohnya masih ditemukan kasus tanah milik pemerintah provinsi, namun sertifikat yang dikeluarkan atas nama orang perorangan.

“Langkah yang diambil hari ini untuk memberikan kepastian hukum yang jelas, sehingga dimasa pemerintahan saat ini kedepannya tidak meninggalkan masalah untuk kepemimpinan berikutnya,” katanya.

Gubernur juga berterima kasih, karena telah menertibkan aset-aset milik pemerintah sehingga dapat dimanfaatkan dan ditertibkan.

Baca Juga :  Kejati Tetapkan Dua Tersangka Baru Kasus Kredit Macet Bank NTT

“Terima ksih pada Kajati karena sudah membimbing langsung penertiban dan penyelesaian aset daerah. Kajati yang sudah menertibkan aset-aset. Sehingga aset dapat dipakai secara administrasi yang tertib,” tambahnya.

Kepala Badan Pendapatan dan Aset Daerah Alex Lumba menyampaikan maksud kerja sama tersebut adalah untuk menyelesaian persoalan barang milik daerah, khususnya pada aspek kepemilikan, pemanfaatan, penggunaan dan pengendalian atas aset tanah, gedung dan bangunan serta peralatan dan mesin.

“Tujuannya untuk mewujudkan pengelolaan barang milik daerah yang tertib hukum dan tertib fisik dan tertib hukum,” katanya. (*/Ado)


Bagikan :

Pos terkait