Berita

Alfamart Gelar Pelatihan Manajemen Ritel Bagi UMKM di Kota Kupang

7
×

Alfamart Gelar Pelatihan Manajemen Ritel Bagi UMKM di Kota Kupang

Sebarkan artikel ini
Bagikan :

 

NTTTERKINI.ID, Kupang – 25 Peserta Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) ikut pelatihan manajemen ritel bagi para pengusaha UMKM di Kota Kupang yang digelar di Rumah Jabatan Wakil Wali Kota Kupang, Jumat, 21 Juli 2023.

Jaringan minimarket Alfamart kembali mengajak para pelaku UMKM Kota Kupang untuk bermitra seiring dengan bertambahnya toko Alfamart di Kota Kupang.

Corporate Communications Alfamart, Ame Dwi Pramesti mengatakan kehadiran sejumlah produk UMKM di jaringan toko Alfamart adalah merupakan satu komitmen perusahaan terhadap para pelaku UMKM lokal di Kota Kupang.

“Dengan visi yakni berorientasi kepada pemberdayaan pengusaha kecil, maka kami ingin senantiasa bermitra dengan UMKM,” ujar Ame.

“Sejumlah produk-produk UMKM yang sudah dijual di Toko Alfamart Kupang saat ini kategori snack, stik sayur labu, jagung pedas asin, jagung pedas manis, jagung pedas ebi,” kata Ame.

Dengan fokus produknya adalah snack atau makanan khas tiap daerah, dimana Alfamart beroperasi jikq untuk minuman segar dan kerajinan tangan seperti tenun masih belum bisa, karena terkendala space dan chiller.

Baca Juga :  Semua Pasangan Calon Gubernur Berpotensi Manfaatkan PNS

“Dengan Chiller yang ada di toko adalah milik supplier yang sudah terikat perjanjian dengan Alfamart, jadi tidak memungkinkan untuk diselipi produk lain,” ujarnya.

Produk UMKM Kota Kupang yang dijual di Alfamart tersebut direkomendasi Disperindag Kota Kupang dan telah melalui seleksi serta sesuai standar jual produk dari minimarket di Lota kupang.

Terkait mekanismenya, lanjut dia, produk UMKM yang dijual di Alfamart, nantinya akan dievaluasi per tiga bulan. Jika tiga bulan pertama bisa diterima pasar dan penjualannya bagus, maka kerja sama akan dilanjutkan, namun jika kurang diterima pasar akan digantikan oleh para UMKM yang lain.

Dia mengatakan ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi, jika ingin menjadi bagian supplier produk yang dijual di jaringan Alfamart di kota Kupang.

Pertama UMKM tersebut merupakan produsen, bukan penyalur. Kedua tempat produksinya bersih dan sesuai standar dari pemerintah mengenai kebersihan dan kesehatan tempat produksi industri rumah tangga.

Baca Juga :  Polda NTT Masih Rampungkan Berkas Obaja Nakmofa

Ketiga skala produksi dapat mencukupi kebutuhan toko, sehingga tidak akan terjadi out of stock (kekosongan produk, Keempat ragam barang yang ditawarkan sesuai dengan segmentasi pasar.

Kelima, memiliki izin legalitas usaha dan produk. Keenam memiliki jaringan distribusi yang baik, Ketujuh memiliki komitmen kuat terhadap kualitas produk, Kedelapan memberikan harga terbaik agar bisa bersaing dengan produk lain, diutamakan menetapkan harga yang lebih murah dari pada item reguler sejenis.

Kesembilan, produk yang ditawarkan lolos uji laboratorium secara berkala. Kesepuluh, produk akan selalu dievaluasi dari sisi penjualan, tingkat pemenuhan permintaan dan akan diskontinyu, jika tidak sesuai dengan standar yang ditentukan perusahaan.

“Dengan adanya dukungan Alfamart terhadap para pelaku UMKM ini juga akan diwujudkan dalam bentuk kerja sama di halaman toko,” katanya.

Karena itu, dia mengajak para pelaku UMKM, silahkan mengajukan untuk berjualan di halaman toko Alfamart, tarifnya sangat terjangkau sebab hanya digunakan untuk membayar biaya listrik, air, dan kebersihan.

Baca Juga :  Jumlah PSK di KD Capai 145 Orang

Dengan upaya ini dilakukan untuk mendorong para pelaku UMKM lokal pemula yang ingin berwirausaha, kehadiran minimarket di suatu daerah merupakan salah satu indikator kemajuan ekonomi.

“Minimarket tidak saja menumbuhkan daya beli dan membuka lapangan pekerjaan, tapi juga memberikan ruang bagi pelaku UMKM lokal untuk tumbuh dan berkembang,” paparnya.

Dia mengatakan kehadiran minimarket di suatu daerah sangat membantu masyarakat dalam pemenuhan kebutuhan pokok sehari-hari.

“Untuk Itu barang dari produsen bisa sampai ke tangan konsumen (end user) pasti melalui ritel termasuk minimarket, dengan bisnis ini bisa tumbuh dan supply ada, karena memang ada di pasar yang menjadi salah satu jaringan pemasaran produk dari konsumen juga bagi para UMKM juga produsen di tanah air,” pungkasnya.***


Bagikan :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *