Ada Bansos, Pemkot Kupang Kaget Jumlah Warga Miskin Bertambah

  • Whatsapp
Bagikan :

Elly Wairata

NTTTERKINI.ID, Kupang – Asisten Perekonomian dan Pembangunan Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) Ely Wairata mengatakan jumlah penduduk miskin tiba-tiba melonjak tinggi, akibat adanya berbagai Bantuan Sosial (Bansos).

“Kita berdasarkan data saja, bandingkan dengan masa sebelumnya, orang miskin tambah banyak. Apalagi berbicara tentang bantuan sosial, ada orang yang memiskinkan diri, sehingga data terus bertambah,” kata Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Elly Wairata, Rabu, 11 November 2020.

Saat menjabat sebagai Kepala Bappeda Kota Kupang, menurut dia, berdasarkan data masa kepemimpinan sebelumnya, jumlah warga miskin sebanyak 23 ribu orang.

Pada masa pimpinan Jonas Salean tercatat 14 ribu orang, dan sekarang naik capai 97 ribu orang sesuai data penerima berbagai jenis bantuan yang disalurkan Dinas Sosial (Dinsos) Kota Kupang.

“Saya hafal benar, karena saya mantan kepala Bappeda. Lihat data saja bandingkan sejak masa SK. Lerik, Daniel Adoe, Jonas Salean. Nah sekarang orang miskin tambah banyak. Padahal kriteria orang miskin jelas,” tambah Elly.

Data jenis bansos beserta jumlah penerima bantuan total tercatat sebanyak 97 ribu penerima yang terdiri dari  Program Keluarga Harapan (PKH) 11.351 penerima, Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT/Sembako) 18.700 penerima, Bantuan dampak Covid-19 yakni BST atau bantuan yang bersumber dari Kementrian Sosial RI 14.404 penerima , Jaring Pengaman Sosial (JPS) Provinsi NTT 7.984 penerima, JPS KOTA 24.099 penerima.

Bantuan sosial beras PKH  11.351 penerima, bantuan Cadangan Beras Pemerintah (CBP)  4.111 penerima dan paket sembako presiden 5.000 penerima.

Sedangkan data warga miskin sesuai Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) yang ditetapkan Januari 2021 hanya sebanyak 26.227 rumah tangga dengan usulan tambahan 3 ribu keluarga miskin, namun belum ada penetapan. (Lid)

Baca Juga :  Wali Kota Kupang Ancam Copot Lurah Timbun Bansos

Pos terkait